Subscribe:
Showing posts with label Sport. Show all posts
Showing posts with label Sport. Show all posts

Monday, April 23, 2012

Bisnis Industri Olahraga Butuh Strategi Pemasaran

Olahraga jangan hanya menjadi sebuah kegiatan dari pertandingan atau perlombaan untuk mencapai prestasi, tetapi harus menjadi ladang bisnis pertunjukan yg bisa dinikmati konsumen (penonton) sebagai suatu pemenuhan kebutuhan hiburan, pemenuhan keinginan melihat teknis olahraga memukau, dan pemenuhan harapan kesenangan.

"Bisnis industri olahraga menjadikan olahraga yang awalnya adalah kegiatan menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh manusia, bisa menjadi industri olahraga atraksi menarik yang mendatangkan keuntungan finansial." kata President IMA Jabar, H Januar P Ruswita.

Agar bisnis industri olahraga berjalan baik diperlukan strategi pemasaran tepat, salah satunya dengan perluasan konten dan konteks olahraga yang bisa menghadirkan penonton, mendatangkan sponsor, dan menumbuhkan komunitas penggemar.

Seperti kompetisi basket NBA di Amerika yang pada sela-sela waktu istirahat pertandingan diadakan pertunjukan /slam dunk festival, three point shooting competition, dan cheerleaders season/ menjadi bagian strategi yang membuat penonton tidak beranjak pergi dari pertandingan.

Selain strategi diatas pengembangan infrastruktur olahraga juga diperlukan seperti tata ruang eksterior dan interior, tata warna dinding dan lapangan, tata pencahayaan lampu harus dibuat menarik, nyaman, dan aman ditonton.

Ada juga yang harus diperhatikan seperti jersey/seragam petugas pertandingan harus terlihat modis serta /fashionable/. Merchandise yang dipergunakan penonton harus meriah dan gemerlap. Seperti kejuaraan basket DBL Indonesia dan bola voli Proliga, menjadi contoh keberhasilan strategi pemasaran bisnis industri olahraga dengan penataan /venue, fashion,/ dan aksesori pertandingan.

Menurut H Irwan Susanto, pemilik dan Direktur Utama PT Sinjaraga Sartika Sport yang memproduksi bola "Triple S", menyatakan dengan penduduk mencapai 240 juta orang adalah pasar yang menggiurkan untuk industri olahraga khususnya peralatan olahraga.

Belum lagi pasar luar negeri yang masih terbuka dan mempunyai potensi menggiurkan. Dengan banyak jumlah tenaga kerja murah dan kualitas terjaga maka bukan tidak mungkin bisa bersaing dengan produk asing di luar negeri.

Sayangnya para pelaku bisnis di Indonesia sering mengabaikan inovasi dan kreativitas atas produk-produknya, sehingga nilai /fashion/nya tertinggal dengan produk asing. Para pengusaha pun tidak berusaha untuk mendapatkan sertifikasi kualitas produk atau lembaga-lembag sertifikasi Nasional seperti SNI dan ISO, atau dari Internasional seperti EC Directive.

Jangankan diluar negeri, didalam negeri pun para pengusaha nasional kalah bersaing dengan produk impor. Padahal untuk bola saja menurut FIFA dibutuhkan 250.000 bola setiap harinya dan baru terpenuhi hanya 1 juta bola per tahunnya untuk kebutuhan dunia.
Jadi alangkah baiknya jika bisnis industri olahraga dipasarkan dengan baik.



sumber : dirangkum dari koran PR
Read More..

Saturday, September 3, 2011

Rivalitas Liverpool FC vs Manchester United


      Rivalitas Liverpool dan Man. Utd merupaka salah Satu persaingan antar klub terbesar di dunia. Setiap yang tercipta sebagai Liverpudlian secara praktis akan menjadi MU hater. Begitu pula sebaiknya . yang kemudian keduanya memberi arti lebih dari sepak bola yang beberapa orang memandang hanyalah olahraga biasa. Sepak bola bagi keduanya adalah pertarungan hidup dan mati dan dimana arti persahabatan tak ada lagi.
Dan Saya memandang rivalitas ini dari segi Liverpudlian.

            Bagi saya, saya lebih mencintai klub yang setiap pendukungnya TIDAK PERNAH BERJALAN SENDIRI daripada klub yang mengejar kata ”GLORY” dimana disana suportivitas is NO MORE ! karena Liverpudlian adalah the real suporter. Aku tau bagaimana rasanya kekalahan, atau bahkan kehancuran. Namun betapa bangganya saat kekuatan ”never walk alone” membuat kita bangkit. Dan kita tidak pernah berpaling saat Liverpool menghadapi saat-saat sulit itu. Dan kami sudah membuktikannya. Namun bagaimana dengan manchunian? Kemanakan kalian pergi saat klub kesayangan kalian tidak berada dalam keadaan ”glory”?

            Penguasa gelar liga Inggris sekarang memang bukan milik Liverpool lagi. Namun siapa yang akhirnya lebih berjaya di tingkat eropa? 3 atau 5?
 Manchunian sibuk meneriakkan kata-kata ”kegagalan Liverpool dikarenakan mereka Cuma sibuk melihat video youtube usang tentang kejayaan dimasa lalu” aku tak terlalu peduli dengan seseorang yang iri dengan sejarah besar Liverpool. Ya, kita memang selalu mengenang miracle di Istanbul 2005, dan kita akan selalu menyaksikan sesuatu yang TIDAK PERNAH dan TIDAK AKAN bisa MU untuk melakukannya ! sebutkan kapan terakhir kali MU membuat keajaibanseperti yang kami lakukan, atau jawabannya adalah tidak pernah? Klub mana yang mempunyai tragedi menyesakkan yang berakhir dengan perjuangan para suporternya? Klub mana yang mempunyai suporter tanpa batas loyalitas? Klub mana yang semua pemainnya lebih mengutamakan kejayaan klub dibanding mengejar titel untuk diri sendiri? Liverpool memang lebih besar dari MU yang bermain bola Cuma sekedar mencari kejayaan.

            Sejarah masa lalu tentang kebijakan penetapan pajak yang berakhir dengan pembangunan kanal manchester atau hal-hal lain yang membuat rivalitas ini semakin parah. Semuanya akan terus berjalan seperti ini tanpa akan berakhir. Dan aku bangga saat berkata ”aku liverpudlian, dan aku seorang MU hater” !!!!
Read More..
Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Violation Search